NUNUKAN (28/02/2020)-Subuh ini menjadi subuh istimewa khususnya bagi pemuda Hidayatullah Nunukan tersebab hadirnya ketua Pengurus Wilayah pemuda kalimantan utara Ustadz Bunyanum Marsus Sabiq, S.Sos.I
Kehadiran beliau di Nunukan adalah dalam rangka membersamai pengurus daerah pemuda Nunukan, dalam acara MUSDA di pulau sebatik yang akan dilaksanakan pada tanggal 29 Februari-01 Maret 2020.
Usai solat subuh beliau menyempatkan diri untuk memberikan motivasi dan penguatan kepada jamaah, santri dan kader muda Nunukan.
Dalam penyampaian beliau sangat optimis menyaksikan antusias kader dalam merespon panggilan solat subuh.
"Kader hari ini masih sangat meyakinkan kita, bahwa kemenangan sangat mungkin kita raih jika melihat jumlah peserta solat subuh yang ramai ini". Ujar beliau optimis.
Islam itu konsep, Negara paling maju seperti Amerika yang memiliki 800 pangkalan militer yang jumlah pangkalannya jauh lebih banyak dari pada jumlah negara di dunia. Tapi Amerika bermasalah gerasinya dimana pemudanya tidak bisa menyelesaikan masalahnya yang kompleks.
Para pemuda Amerika, cendrung menyelesaikan masalah mereka dengan jalan kekerasan terbukti anak muda mereka tidak segan membawa pistol ke sekolah.
Begitupun jepang ada yang satu kota yang memilik jumlah kelahiran hanya 100 orang dalam satu kota. Melihat kondisi jepang yang demikian maka diprediksi jepang akan hilang dengan sendirinya tanpa serangan atom dan nuklir.
Jepang hilang karena berhentinya regenerasi. Jepang bahkan punya sebuah hutan bernama Aokigahara tempat paling favorit di jepang untuk melakukan aksi bunuh diri.
Binatang itu punah karena dibunuh, sedang generasi punah karena imannya yang tak lagi terjaga dengan baik.
Maka keberadaan para santri dipondok saja meskipun ia tidur, itu sudah menyelesaikan beban pemerintah dalam hal mengayomi dan memberikan pelayanan pendidikan pada generasi.
Khususnya Nunukan yang masalah kompleksnya adalah narkotika yang menyerang generasi mudanya, namun keberadaan para santri di pondok ini telah menyelesaikan beban pemerintah.
"Salah satu kesuksesan bagi para pemuda adalah, kemampuan menyusun kesuksesannya sejak dini. Siklus kesuksesan itu prosesnya lama". Ujar mahasisiwa lulusan STAIL lukman Al hakim surabaya ini
Bertahan di pondok bukan dipilih tapi pilihan Allah, karennya santri patut menyedari keterpilihannya dengan melakukan yang terbaik untuk agama.
Konsep kemajuan barat itu menghapus sejarah, konsep islam justru belajar dari sejarah.
Kita bersyukur berada di Hidayatullah, Hanya Hidayatullah yang berani memberi amanah dan peranan penting bagi pemudanya.
Begitu banyak sekolah di Hidayatullah ini yang kepala sekolahnya diusia 20-30 tahun yang membuat orang terkejut melihat konsep kepemimpinan Hidayatullah.
Tapi keterkejutan itu akan terjawab, jika membaca kisah Zaid bin haritsah seorang budak yang menyejarah setelah Allah abadikan dalam surah Al ahzab.
Budak yang melahirkan seorang pemuda sebagai panglima termuda dalam sejarah perang.
Terakhir beliau berpesan agar terus dibimbing dan diarahkan agar organisasi pemuda Hidayatullah semakin baik.
Naser Muhammad
Komentar
Posting Komentar