ISLAM itu Rahmatan lil alamin, tidak ada ruang-ruang kosong kecuali Islam pasti mengisinya. Sehingga kita kemudian bisa melihat sentuhan Islam kepada para pemuda di awal-awal perlangkahan islam yang memberikan efek yang luar biasa kepada para pemudanya. Jangankan Muhammad saw dengan kapasitas individunya yang terlalu istimewa untuk kemudian kita sandingkan dengan yang lainnya, cukuplah kita sebutkan seorang budak hitam sekelas Bilal bin Rabah saja yang sepanjang hidupnya menyerahkan nasibnya hanya kepada sang majikan, Umayyah bin Khalaf. Tetapi kemudian lewat sentuhan islam ia sanggup menemukan jati diri dan menyatakan kemerdekaan kemauan dan keyakinannya di hadapan majikannya. Terbukti kemudian walau saat itu jasadnya tengah diperbudak, dan tubuhnya tengah didera, kehormatannya sedang dihina, tapi Bilal menolak akan perbudakan atas kehendak dan keyakinannya pada Allah dengan tetap tegar menyebut, “Ahad, Ahad...” Itulah yang menimbulkan ketakutan dan memunculkan stigma yang mengetark...