ISLAM itu Rahmatan lil alamin, tidak ada ruang-ruang kosong kecuali Islam pasti mengisinya. Sehingga kita kemudian bisa melihat sentuhan Islam kepada para pemuda di awal-awal perlangkahan islam yang memberikan efek yang luar biasa kepada para pemudanya.
Jangankan Muhammad saw dengan kapasitas individunya yang terlalu istimewa untuk kemudian kita sandingkan dengan yang lainnya, cukuplah kita sebutkan seorang budak hitam sekelas Bilal bin Rabah saja yang sepanjang hidupnya menyerahkan nasibnya hanya kepada sang majikan, Umayyah bin Khalaf.
Tetapi kemudian lewat sentuhan islam ia sanggup menemukan jati diri dan menyatakan kemerdekaan kemauan dan keyakinannya di hadapan majikannya. Terbukti kemudian walau saat itu jasadnya tengah diperbudak, dan tubuhnya tengah didera, kehormatannya sedang dihina, tapi Bilal menolak akan perbudakan atas kehendak dan keyakinannya pada Allah dengan tetap tegar menyebut, “Ahad, Ahad...” Itulah yang menimbulkan ketakutan dan memunculkan stigma yang mengetarkan musuh Islam.
Pemuda Islam yang telah tersentuh dan tercelup oleh Islam di masa-masa awal bisa di telusuri sejarahnya satu persatu dalam literatur-literatur sejarah, di sana kita akan dibuat tercengang oleh sepak terjang mereka dalam halaqoh jihad dan keilmuan.
Tersebutlah Usamah bin Zaid 18 tahun. Memimpin pasukan yang anggotanya adalah para pembesar sahabat seperti Abu Bakar dan Umar untuk menghadapi pasukan terbesar dan terkuat di masa itu, dan ada pula Saad bin Abi Waqqash 17 tahun. Yang pertama kali melontarkan anak panah di jalan Allah.
Bukankah sahabat yang termasuk dari enam orang ahlus syuro itu adalah Al Arqam bin Abil Arqam 16 tahun. Seorang anak muda yang menjadikan rumahnya sebagai markas dakwah Rasul Shallallahualahi wasallam selama 13 tahun berturut-turut.
Bahkan halaqoh pemuda itu melahirkan seorang Zubair bin Awwam 15 tahun. Yang pertama kali menghunuskan pedang di jalan Allah. Yang diakui oleh Rasul Shallallahualaihi wasallam sebagai hawari-nya.
Juga melahirkan Zaid bin Tsabit 13 tahun. Penulis wahyu. Dalam 17 malam mampu menguasai bahasa Suryani sehingga menjadi penterjemah Rasul Shallallualalihi wasallam. Ia pun hafal kitabullah dan ikut serta dalam kodifikasi Al Quran. Ada Atab bin Usaid. Yang diangkat oleh Rasul Shallallahualaihi wasallam sebagai gubernur Makkah pada umur 18 tahun.
Ada Muadz bin Amr bin Jamuh 13 tahun dan Muawwidz bin Afra 14 tahun. Pemuda yang membunuh Abu Jahal, jenderal kaum musyrikin, pada perang Badar.Thalhah bin Ubaidullah 16 tahun. Orang Arab yang paling mulia. Berbaiat untuk mati demi Rasul Shallallahualaihi wasallam pada perang Uhud dan menjadikan dirinya sebagai tameng bagi Nabi.
Tercatat dengan tinta keemasan kejayaan Islam tidak sedikit darinya para pemuda dengan semangat berkobar nan heroik bukan hanya keilmuan yang mumpuni tapi juga jiwa jihad yang membara. Itulah para pemuda yang tersibgah oleh islam yang mulia dari Rasul yang juga mulia.
Olehnya Pemuda butuh halaqoh, untuk menjaga semangat agar tidak luluh. pemuda juga butuh asupan gizi pada ruhaninya agar tidak timpang.
Pemuda hari ini adalah pemimpin ummat esok hari, bagun jiwanya untuk islam yang mulia...
(Naser Muhammad)
Komentar
Posting Komentar