Langsung ke konten utama

Pemuda dan Sejarah Panjang Kemerdekaan NKRI

“Dalam sejarah Wahyu, Pemuda itu adalah Kelompok Elit. Sebab mereka selalu mendobrak Kedzaliman” (KH Abdurrahman Muhammad) Pemimpin Umum Hidayatullah
Kutipan di atas disampaikan di acara Rakernas Pemuda Hidayatullah di bulan Agustus lalu di Makassar.

     Jika kita melihat korelasi dari Perkataan Pemimpin Umum Hidayatullah diatas, dengan perkembangan Zaman yang ada memang Pemuda adalah Aset yang sangat berharga dari sebuah pradaban manapun. Sejarah panjang sebuah pergerakan selalu di prakarsai oleh anak muda.
     Pemuda dan Kemerdekaan Indonesia
Ketika detik-detik kemerdekaan indonesia, seandainya kaum muda tidak menculik Soekarno dan memaksa beliau agar mempercepat mengumumkan kemerdekaan Indonesia, maka kemerdekaan indonesia tidak jatuh pada tanggal 17 Agustus 1945, bisa jadi tertunda kemerdekaan kita, dan menjadi catatan penting bagi kita adalah Rata-rata umur para Pahlawan kemerdekaan adalah 19-35 tahun dan mereka kebanyakan dari kalangan kaum santri dan ulama. Salah satu pahlawan kemerdekaan adalah Jendral Soerdirman, beliau diangkat sebagai Panglima perang disaat usia beliau 29 tahun.
     Reformasi pasca Orde Baru Setelah Negara kita memperoleh Kemerdekaan, maka dipandang perlu untuk menyusun bentuk negara sehingga lahirlah pancasila sebagai pedoman Dasar Negara yang berazaskan Islam. Maka ditunjuklah Ir. Soekarno bersama Bung Muhammad Hatta Sebagai Presiden Pertama Indonesia yang kita sebut sebagai zaman orde lama. Tak lama berkuasa dia digulingkan oleh Jendral Soeharto yang pada waktu itu menjabat sebagai Panglima tertinggi TNI, dikarenakan Soekarno terindikasi bekerjasama dengan Partai Komunis Indonesia (PKI) yang di ketuai Oleh Dipa Nusantara (DN) Aidit.
     Setelah Seokarno digulingkan, maka keluar keputusan MPRS TAP MPR No .XXXIII/MPRS/1967, berisikan mencabut kekuasaan pemerintahan dari tangan presiden Soekarno dan mengangkat Presiden terpilih Jendral Soeharto berdasarkan Pemilihan Umum. Jendral Soerhato berkuasa selama 32 tahun, dia menjadi Presiden yang paling lama berkuasa, dan dijuliki Bapak Pembangunan dan Keluarga Cendana. 
     Pada tahun 1998 Dunia mengalami Krisis monoter, rupiah anjlok, Perekonomian merosot, dan keadaan Negara pada waktu itu dalam keadaan darurat dan sangat mencekam, bahkan boleh dikatakan zaman Presiden Soeharto sangat Otoriter, suara-suara dibungkam, kebebasan berpendapat dicabut, siapapun yang berani melawan akan berakhir di penjara. Maka banyak para Tokoh-Tokoh pergerakan ditangkap dan diasingkan bahkan dipenjara ketika rezim orde baru berkuasa. 
 Disaat Negara dalam keadaan Darurat, maka muncul Perlawan Pemuda dan Mahasiswa sebagai control sosial untuk menggulingkan rezim orde baru. Pada waktu itu mereka turun ke jalan-jalan seluruh Indonesia, menduduki kantor MPR/DPR RI di Senanyan sebagai wujud perlawaan dari kedzaliman penguasa. Akhirnya pada tanggal 21 Mei 1998 Presiden Soerhato mengundurkan diri dari jabatannya dan digantikan oleh Wakil Presiden pada Waktu itu BJ Habibie. 
     Maka dengan demikian maka berakhirlah zaman orde baru. Dan lahirlah Era Reformasi yang sampai hari ini kita rasakan. Hasil dari era Reformasi adalah Negara kita menggunakan sistem Demokrasi untuk membangun Politik dan kekuasaan di Negara ini.
     Kesimpulannya Pemuda memilikinya segala Kekuatan yang tidak dimiliki oleh anak-anak dan orang tua, Fisiknya kuat, Fikirnya cerdas, Ibadahnya Melangit dan geraknya cepat. Maka menjadi Pemuda yang Progresif dan beradab adalah menjadi sebuah keharusan dan kewajiban bagi Pemuda Hidayatullah untuk mengisi Kemerdekaan Indonesia, jangan sampai adanya kita disuatu tempat seperti tidak ada. Atau bahkan tidak dianggap, dikarenakan diri kita tidak bisa memposisikan sebagai seorang pemuda yang selalu menempa diri menjadi manusia yang bernilai dan bermanfaat bagi diri sendiri maupun orang-orang di sekitar kita. 
     Cita cita kita 2024 memimpin indonesia jangan hanya menjadi wacana, tapi mari kita buktikan dengan kerja-kerja nyata dengan membumikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai poros utama gerakan kita. Jika mampu kita laksanakan maka Pemuda merupakan Kelompok Elit yang selalu mendobrak kedzaliman.



Mustakim Noreng/ *PW Pemhida Kaltara 



Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dakwah Ala Gen Z, Kenapa Tidak?

     Dunia kian hari kian berkembang. Yang dulunya orang ketika berpergian bermil-mil jarak ditempuh dalam waktu berbulan-bulan, kini hanya dengan pesawat terbang, orang bisa memangkas waktunya hanya dalam kurun waktu sehari, bahkan 2-3 jam mungkin. Hal ini tentunya berkaitan erat dengan perkembangan teknologi. Ya, sekarang dunia seakan dibuat serba instan bagi manusia. Jarang sudah kita temukan media informasi berupa koran, dimana dulunya menjadi mata pencarian segelintir masyarakat menengah kebawah. Tak lagi kita temukan televisi analog yang digemari pecinta sepak bola untuk melihat tayangan piala dunia dan mendukung negara kebanggaannya. Hampir dikatakan tiap-tiap kita telah terkena dampak dari derasnya arus teknologi yang tak terbendung. Kini semuanya seba digital, hampir semua kebutuhan kita dapat terpenuhi melalu gadgdet/hp. Pola Dakwah Ala Nabi      Tentunya sebagai seorang muslim, ada tanggung jawab besar yang mesti kita penuhi sebagai hamba Allah y...

Pemuda dan Masa Depan Bangsa: Membangun Generasi Emas

Pemuda merupakan salah satu komponen penting dalam pembangunan suatu bangsa. Mereka adalah generasi penerus yang akan mengambil alih kepemimpinan dan mengarahkan masa depan bangsa. Oleh karena itu, penting untuk memahami peran dan tanggung jawab pemuda dalam membangun masa depan bangsa. Peran Pemuda dalam Membangun Masa Depan Bangsa Pemuda memiliki peran yang sangat penting dalam membangun masa depan bangsa. Mereka adalah: 1. Agen Perubahan  : Pemuda memiliki energi dan semangat yang tinggi untuk melakukan perubahan. Mereka dapat menjadi agen perubahan yang efektif dalam membangun masyarakat yang lebih baik. 2. Inovator : Pemuda memiliki kemampuan untuk berpikir kreatif dan inovatif. Mereka dapat menciptakan solusi baru untuk masalah-masalah yang dihadapi bangsa. 3. Pemimpin : Pemuda memiliki potensi untuk menjadi pemimpin yang efektif. Mereka dapat memimpin masyarakat dan mengarahkan bangsa menuju masa depan yang lebih cerah. 4. Warga Negara yang Aktif : Pemuda memi...