Nunukan - (13/09) BMH Kaltara, Menggandeng Pemuda Hidayatullah Kalimantan Utara menggelar Pelatihan Da'i muda se- Kalimantan Utara di Kabupaten Nunukan. Diikuti oleh perwakilan tiap-tiap Pengurus Daerah dari 5 Kabupaten dan Kota, ditambah dengan Pengurus Wilayah Pemhida Kaltara. Pemateri yang dihadirkan pada Pelatihan ialah ustadz Muhammad Randi, selaku anggota DMW Hidayatullah Kaltara yang juga salah satu Da'i kondang Kalimantan Utara.
Dengan mengusung tema "Gerakan Dakwah Berbasis Sistematika Wahyu di Negeri Perbatasan", Pemateri menjelaskan konsep menjadi Da'i dalam perspektif sistematika wahyu sebagai manhaj Hidayatullah. Tentunya kita harus memahami lingkungan dakwah serta Mad'u yang akan kita ajak untuk menempuh risalah kenabian.
"Untuk menjadi penceramah, kita juga harus pandai-pandai mengambil materi. Kita pun harus melihat ayat-ayat dalam Al-Qur'an yang relevan dengan masa kini sehingga sedikit berimplikasi terhadap para jamaah" terang ustadz Randi menjawab salah satu peserta. Beliau merupakan pengurus Daerah Pemhida Nunukan. Ia bertanya mengenai bagaimana kita yang menyampaikan materi ceramah yang hanya kita kuasai. Tanpa melihat materi-materi terkait isu terkini. Lalu ustadz Randi juga menambahkan bahwa jangan sampai materi ceramah yang kita sampaikan menjadi bias, sehingga membuat kelompok ummat Islam terpecah belah.
لَقَدْ جَاۤءَكُمْ رَسُوْلٌ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ عَزِيْزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيْصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِيْنَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ
"Sungguh, benar-benar telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri. Berat terasa olehnya penderitaan yang kamu alami, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, dan (bersikap) penyantun dan penyayang terhadap orang-orang mukmin."
Ayat ini menjadi sebuah gambaran yang Allah SWT kabarkan kepada kita bahwa dalam menyampaikan dakwah Islam kita harus melewati fase penderitaan. Maksudnya jalan dakwah tak selalu mulus, banyak aral melintang yang terus mengiringi jalan dakwah.
*Biro Infokom Pemhida/Kaltara
Komentar
Posting Komentar