"Bonus demografi merupakan berkah khususnya dalam peningkatan sumber daya manusia (SDM) namun bisa juga menjadi petaka bagi SDM.
Salah satu faktor pendukung agar Indonesia mampu menjadi bagian dari daftar negara maju bahkan berpengaruh adalah sejauh mana negara mampu memanfaatkan berkah dari bonus demografi ini.
Peran terpenting dalam pembangunan bangsa adalah kualitas sumber daya manusia yang dimilikinya. Kualitas SDM adalah investasi penting bagi pertumbuhan negara.
Olehnya, negara harus hadir dalam membangun sumber daya ini agar mampu berdaya saing, memberi kontribusi besar untuk investasi masa depan.
Mengingat betapa pentingnya setiap kita peduli terhadap bonus demografi ini, bahwa ia akan menjadi berkah jika ia di sambut dengan persiapan, dan akan berbalik menjadi petaka jika ia dibiarkan.
Bonus demografi adalah cara Tuhan menguji kesyukuran kita pada masa muda. Kemajuan apa pun yang diharapkan tiba, tidak akan pernah datang. Jika pandangan kita tentang masa depan, hanyalah bagian dari proses lanjutan masa kini yang diupayakan atau tidak ia akan tiba dengan sendirinya.
Maka tugas kita hari ini adalah, bagaimana menyiapkan pondasi agar para pelanjut estafeta esok, adalah pemuda produktif.
Bukan Pemuda yang hanya asyik dengan dirinya. Tapi lebih dari itu, bagaimana generasi muda esok adalah mereka yang mampu merespon kemajuan, serta perubahan-perubahan, dengan kearifan dan kebijaksanaan.
Pemuda yang ditunggu adalah pemuda progresif dan beradab. Matang secara keilmuan, siap bertarung dengan setiap kemungkinan dan perubahan. Dan yang terpenting adalah pemuda yang mampu menghargai keluhuran perjuangan generasi sebelumnya, tanpa terjebak dalam kejayaan dan bayangan keindahan masa lalu. karna pemuda itu,
ليس الفتی من يقول هذا ابی لکن الفتی من يقول هاانا
Disinilah bonus demografi akan menguji kelayakan generasi kita, untuk meletakkan batu pertama dari bangkitnya peradaban. Apakah layak, atau hanya berjumlah banyak.
*Naser Muhammad
Komentar
Posting Komentar