Integritas adalah sebuah konsep yang berkaitan dengan konsistensi dalam tindakan-tindakan, nilai-nilai, metode-metode, ukuran-ukuran, prinsip-prinsip, ekspektasi-ekspektasi dan berbagai hal yang dihasilkan. Orang berintegritas berarti memiliki pribadi yang jujur dan memiliki karakter kuat.
Integritas sendiri dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai mutu, sifat, atau keadaan yang menunjukkan kesatuan yang utuh sehingga memiliki potensi dan kemampuan yang memancarkan kewibawaan; kejujuran;-- nasional wujud keutuhan prinsip moral dan etika bangsa dalam kehidupan bernegara
Pemuda sebagai generasi pengganti orang tua mestinya memiliki integritas jika ingin tetap eksis dalam kancah pertarungan di era ini. Sejatinya ini bukanlah hal yang baru, 1.400 tahun yang lalu, Islam telah mengajarkan konsep ini yang ditunjukkan langsung oleh Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wa sallam saat berdagang ke negeri Syams membawa dagangan Siti khadijah. Kejujurannya secara cepat terkenal hingga ke pelosok jazirah arab hingga beliau dijuluki sebagai Al-Amin (orang yang dapat dipercaya). Integritas beliau makin teruji dengan peristiwa pemindahan hajar aswad yang hampir saja menyebabkan pertikaian para kabilah di Mekkah saat itu.
Ke depannya, Indonesia sangat membutuhkan para pemimpin yang berintegritas tinggi. Dalam proses perjalanannya nanti, tentunya akan banyak masalah yang akan menjadi tantangan yang dihadapi oleh bangsa ini. Sehingga, pemuda di harapkan sebagai bagian terpenting dari arah perbaikan bangsa memiliki urgensinya tersendiri untuk menanamkan sikap ini pada dirinya.
Terlebih dengan adanya fakta baru tentang kasus-kasus korupsi yang melibatkan para pemuda yang padahal dahulu saat masih menjadi mahasiswa banyak berteriak lantang untuk membasmi korupsi, ketidakadilan, dan sebagainya. Tapi saat dikelilingi oleh lingkaran uang dan kekuasaan, seketika integritasnya menguap bersama gempita arus busuk politik. Dan ini tentunya menjadi PR bagi Syabab Hidayatullah organisasi kepemudaan untuk melahirkan pemuda-pemuda berintegritas tersebut.
Karena pemuda hari ini adalah pemimpin esok hari. Maka tentunya para orang tua perintis bangsa besar ini berharap banyak kepada para pemuda dengan menggantungkan harapan masa depan bangsa ini pada kualitas para pemudanya yang mengabdikan diri di berbagai sektor kehidupan.
Layaknya sebuah masakan pemuda sesungguhnya adalah suguhan dalam jamuan makan yang jika tidak diracik dengan bumbu terbaik maka ia akan hambar. Dan hanya akan melahirkan pemuda loyo yang tak punya integritas, dan daya juang. Jika sudah seperti ini lalu kepada siapa kita akan gantungkan harapan masa depan bangsa besar ini....
Kita adalah pemuda dan kita yang paling berhak menjawabnya...
.
Naser Muhammad
Komentar
Posting Komentar